Masjid Istiqlal Kirim Logistik dan Bantuan ke Aceh Tamiang

interpnn.com – Badan Pengelola Masjid Istiqlal (BPMI) bersama Istiqlal Global Fund (IGF) menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak bencana di Aceh Tamiang. Bantuan ini berasal dari donasi jamaah Masjid Istiqlal sebagai wujud kepedulian nyata terhadap korban bencana alam.

Kepala Bidang Sosial dan Pemberdayaan Umat (Sosdaum) BPMI, Abu Hurairah Abdul Salam, menegaskan penyaluran bantuan dilakukan melalui kerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) dan Dewan Masjid Indonesia (DMI) sebagai mitra strategis di lapangan.

“Fokus bantuan tidak hanya memenuhi kebutuhan darurat, tetapi juga memulihkan masjid yang terdampak, menyediakan akses air bersih, dan mendukung pemulihan trauma sosial pascabencana,” ujar Abu Hurairah dalam keterangan resmi di Jakarta, Minggu.

Bantuan diserahkan langsung oleh tim BPMI dan IGF di lokasi terdampak, memastikan amanah jamaah tersalurkan secara tepat dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Baca juga: “PMI Jakbar Diminta Efektifkan Dana Rp8 Miliar untuk Bencana”

Kolaborasi Lintas Sektor untuk Pemulihan Jangka Panjang

Direktur Utama IGF, Ahsanul Haq, menekankan bahwa pemulihan pascabencana membutuhkan kolaborasi lintas sektor yang berkelanjutan. Ia menyebut rencana jangka panjang akan melibatkan sektor industri riil untuk mendukung pembangunan trauma center dan rehabilitasi wilayah terdampak.

“Setelah interaksi langsung dengan warga Aceh Tamiang, IGF akan mengajak mitra untuk membangun sarana ibadah, fasilitas pendidikan, dan memperkuat kesadaran pelestarian lingkungan,” kata Ahsanul Haq.

Langkah ini menegaskan peran masjid sebagai pusat pemulihan umat, tidak hanya secara spiritual tetapi juga sosial, memperkuat ketahanan komunitas di tengah kondisi pascabencana.

Fokus Bantuan: Infrastruktur, Pendidikan, dan Lingkungan

Selain kebutuhan pokok, bantuan yang disalurkan juga diarahkan pada pembangunan dan perbaikan infrastruktur pendidikan serta sarana ibadah yang terdampak. Penataan wilayah terdampak meliputi perbaikan fasilitas publik dan peningkatan kesadaran lingkungan di masyarakat.

Abu Hurairah menambahkan, keterlibatan langsung tim BPMI dan IGF di Aceh Tamiang bertujuan memastikan setiap program yang dijalankan tepat sasaran dan berdampak positif bagi warga terdampak bencana.

“Kami memandang masjid sebagai pusat pemulihan umat. Kehadiran kami memberikan rasa aman dan dukungan moral bagi masyarakat,” tambahnya.

Dampak dan Harapan ke Depan

Bantuan Masjid Istiqlal ke Aceh Tamiang menjadi contoh nyata kolaborasi antara lembaga sosial, masjid, dan komunitas. Aksi ini juga mendorong partisipasi masyarakat dan sektor swasta dalam membangun ketahanan sosial.

Dengan model penyaluran bantuan yang transparan dan terarah, diharapkan warga terdampak dapat segera kembali menjalani aktivitas normal. Pendekatan jangka panjang ini juga berpotensi menjadi acuan penanganan bencana di wilayah lain di Indonesia.

“Ke depan, kami akan terus mendorong kolaborasi untuk membangun trauma center dan menata kembali wilayah terdampak dengan partisipasi berbagai pihak,” tutup Ahsanul Haq.

Baca juga: “Laznas AQL Peduli Salurkan Bantuan ke Dusun Lubuk Sidup di Aceh Tamiang, Tersisa 4 Rumah dan 1 Masjid”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *