Bali United Benahi Pertahanan untuk Hentikan Kebobolan
interpnn.com – Bali United mulai menaruh perhatian serius pada lini belakang setelah rentetan kebobolan dalam beberapa laga terakhir. Dalam empat pertandingan terakhir, gawang Serdadu Tridatu kebobolan total 10 gol, menimbulkan sorotan tajam terhadap performa pertahanan mereka.
Penurunan Performa Usai Laga Melawan Persik Kediri
Pelatih kepala Bali United, Johnny Jansen, menilai masalah pertahanan tim mulai terlihat sejak laga melawan Persik Kediri. Ia menambahkan, pola kebobolan tim dapat dianalisis dari jalannya pertandingan.
“Kami mulai mengalami kebobolan saat melawan Persik Kediri dan pola golnya jelas terlihat,” kata Johnny saat ditemui di Gianyar, Bali.
Meski begitu, pelatih asal Belanda ini tidak menyalahkan pemain. Ia justru mengapresiasi kerja keras dan semangat tim yang tetap berjuang maksimal.
Menurutnya, kebobolan juga dipengaruhi kualitas lawan yang memiliki level permainan tinggi. “Faktor lawan tentu memengaruhi jumlah gol yang kami kemasukan,” tambah Johnny.
Upaya Mengembalikan Identitas Tim Solid di Belakang
Saat ini, fokus utama Bali United adalah mengembalikan identitas sebagai tim dengan pertahanan solid sekaligus tetap tajam di lini depan. Johnny mengingatkan, tim pernah mencatat enam laga beruntun tanpa kebobolan dan tampil konsisten.
“Kami sukses menjadi tim tanpa kebobolan di enam pertandingan beruntun, dan sektor pertahanan tidak mengalami masalah,” ujar Johnny.
Pada putaran pertama, Serdadu Tridatu bahkan menjadi salah satu tim dengan catatan nirbobol terbaik di liga. Mereka mampu menjaga gawang aman saat menghadapi Persis Solo dan Dewa United, serta meraih kemenangan atas Borneo FC Samarinda, PSBS Biak, Arema FC, dan PSM Makassar.
Namun, setelah kemenangan tandang melawan PSM Makassar, performa tim menurun. Bali United hanya bermain imbang melawan Semen Padang FC, kalah dari Persik Kediri, Persebaya Surabaya, dan terakhir Persija Jakarta.
Baca juga: “Persija Jakarta Sambut Debut Mauro Zijlstra”
Strategi Latihan dan Persiapan Laga Berikutnya
Johnny menegaskan, sesi latihan ke depan akan lebih fokus pada pembenahan fisik, teknik, dan taktik, terutama sektor pertahanan. Persiapan ini dilakukan jelang laga melawan PSIM Yogyakarta di Stadion Sultan Agung, Bantul.
“Secara keseluruhan, pertahanan sudah bagus. Tapi kami tetap memperbaiki pola agar lebih solid,” ujar Johnny.
Latihan ini meliputi analisis gol yang kemasukan, positioning pemain, dan penguatan koordinasi antar lini belakang. Fokus ini penting agar tim mampu kembali ke performa optimal sebelum menghadapi lawan berat berikutnya.
Catatan Statistik Pertahanan Bali United
Berdasarkan data liga, Bali United sempat mencatatkan 6 laga beruntun tanpa kebobolan pada putaran pertama. Statistik ini menunjukkan bahwa tim mampu menjaga konsistensi di sektor pertahanan ketika fokus strategi dijalankan.
Namun, empat laga terakhir dengan 10 gol kemasukan menegaskan perlunya evaluasi menyeluruh, baik dalam aspek teknik maupun mental pemain. Tren ini menjadi sinyal untuk perbaikan cepat menjelang paruh kedua musim.
Bali United berambisi kembali ke performa stabil dengan pertahanan kokoh. Dengan fokus latihan intensif dan evaluasi pola kebobolan, tim berharap mengurangi kesalahan di lini belakang.
Jika strategi ini berhasil, Bali United bisa mengembalikan reputasinya sebagai tim yang sulit ditembus sekaligus mempertahankan daya serang di depan.
Dengan persiapan matang, tim asuhan Johnny Jansen siap menghadapi PSIM Yogyakarta dan laga-laga berikutnya dengan performa lebih solid dan mental lebih percaya diri.
Baca juga: “Prediksi BRI Super League: PSIM vs Bali United 23 Februari 2026”