Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
interpnn

Seputar Informasi Seluruh Dunia Paling Akurat

interpnn

Seputar Informasi Seluruh Dunia Paling Akurat

  • Home
  • Sample Page
  • Home
  • Sample Page
Subscribe
Close

Search

Topan Kalmaegi Menuju Kamboja Setelah Terjang Filipina
International

Topan Kalmaegi Menuju Kamboja Setelah Terjang Filipina

By setnis
November 8, 2025 2 Min Read
0

interpnn – Topan Kalmaegi menimbulkan kerusakan besar di Asia Tenggara setelah menerjang Filipina dan Vietnam, menewaskan sedikitnya 193 orang. Ratusan ribu warga kehilangan tempat tinggal akibat angin kencang dan hujan deras. Badai dengan kecepatan hingga 149 km/jam kini bergerak menuju Kamboja dan Laos, meninggalkan wilayah tengah Vietnam porak-poranda.

Pada Kamis malam (6/11/2025), Kalmaegi menghantam kota-kota pesisir Vietnam. Puing-puing bangunan berserakan, pohon tumbang menutup jalan, dan atap rumah beterbangan. Ribuan warga berlindung di sekolah dan gedung umum. “Badai datang tiba-tiba dan kami hanya bisa berlari mencari perlindungan,” ujar seorang warga Dak Lak seperti dilansir BBC.

Pemerintah Vietnam telah menyiapkan lebih dari 260.000 personel militer, 6.700 kendaraan, dan enam pesawat untuk operasi evakuasi dan bantuan. Bandara dan jalan tol ditutup, sementara ratusan ribu orang dievakuasi ke lokasi aman. Meskipun upaya tanggap cepat maksimal, kehancuran tetap signifikan. Rumah-rumah roboh, banjir melanda, dan daerah terpencil sulit dijangkau.

Selain dampak fisik, wilayah tengah Vietnam menghadapi risiko banjir besar karena curah hujan tertinggi dalam sejarah sepekan terakhir. Hujan sebelumnya telah menewaskan 50 orang dan merusak ribuan rumah. Perdana Menteri Pham Minh Chinh memimpin rapat darurat daring untuk mengoordinasikan bantuan. “Kita harus menjangkau daerah terisolasi dan memastikan masyarakat memiliki makanan, air, serta kebutuhan pokok,” katanya.

Pakar meteorologi memperingatkan Kalmaegi dapat memperburuk kondisi di Laos dan Kamboja. Warga dihimbau waspada terhadap banjir dan tanah longsor. Upaya mitigasi darurat kini fokus pada evakuasi, distribusi pasokan, dan pemulihan infrastruktur yang rusak.

Baca Juga: “Lansia Bukan Beban: Peran Produktif Dorong Pembangunan Sosial“

Topan Kalmaegi (Tino) Luluhlantakkan Filipina Tengah, Ribuan Warga Kehilangan Tempat Tinggal

Sebelum menghantam Vietnam, Topan Kalmaegi — dikenal di Filipina sebagai Tino — menyapu wilayah tengah negara itu awal pekan ini. Hujan deras setara satu bulan turun hanya dalam 24 jam menyebabkan longsor dan banjir bandang. Pulau Cebu, salah satu tujuan wisata utama, mengalami kehancuran parah: mobil terseret arus, rumah tersapu, dan ribuan warga kehilangan tempat tinggal.

Seorang warga Talisay City, Mely Saberon, hanya bisa menatap reruntuhan rumahnya. “Kami tidak punya rumah lagi. Kami sudah sering mengalami topan, tapi yang ini berbeda,” ujarnya kepada BBC. Kerusakan itu memperparah kondisi warga yang sebelumnya rentan terhadap bencana alam.

Pemerintah Filipina melaporkan sedikitnya 188 orang tewas dan 135 masih hilang. Puluhan ribu warga mengungsi ke tempat perlindungan darurat. Presiden Ferdinand Marcos Jr. menyatakan keadaan darurat nasional pada Kamis pagi, menekankan perlunya bantuan cepat dan koordinasi antarlembaga untuk menekan korban tambahan.

Selain korban jiwa, Kalmaegi merusak infrastruktur penting, termasuk jalan, jembatan, dan fasilitas listrik. Otoritas lokal bekerja sama dengan militer untuk evakuasi dan distribusi bantuan makanan, air, dan obat-obatan. Data Badan Penanggulangan Bencana Nasional Filipina menunjukkan lebih dari 50.000 rumah rusak parah atau hancur total.

Pemerintah juga memperingatkan ancaman topan baru yang tengah terbentuk di Samudra Pasifik, berpotensi melanda negara itu dalam beberapa hari mendatang. Warga diminta tetap waspada dan mempersiapkan evakuasi jika peringatan dikeluarkan. Ahli meteorologi memperingatkan gelombang cuaca ekstrem dapat meningkat karena musim hujan yang belum berakhir.

Upaya pemulihan kini difokuskan pada bantuan darurat, rehabilitasi infrastruktur, dan mitigasi risiko bencana agar dampak pada masyarakat dapat diminimalkan.

Baca Juga: “Melodi Cokelat Manis: Inovasi Musik yang Buat Rasa Lebih Nikmat“

Tags:

FilipinaKambojaTopan Kalmaegivietnam
Author

setnis

Follow Me
Other Articles
Pendanaan Baru Dorong Pertumbuhan Bisnis Fashion
Previous

Industri Fashion Dorong Pertumbuhan Brand Lokal

Menara Saidah Kini Dibuka Lagi: Jejak Sejarah dan Misterinya
Next

Menara Saidah Kini Dibuka Lagi: Jejak Sejarah dan Misterinya

No Comment! Be the first one.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright 2026 — interpnn. All rights reserved. Blogsy WordPress Theme