Korban Tewas Kebakaran Hong Kong Naik Jadi 94

Korban Tewas Kebakaran Hong Kong Naik Jadi 94

interpnn – Pihak berwenang Hong Kong menyatakan jumlah korban tewas akibat kebakaran di Wang Fuk Court meningkat menjadi 94 orang. Insiden pada Rabu sore itu menjadi kebakaran paling mematikan di kota tersebut dalam hampir delapan dekade.

Petugas mengatakan api melanda empat unit dari hampir 2.000 unit di kompleks delapan gedung itu. Kebakaran baru dapat dikendalikan lebih dari 24 jam setelah muncul. Sedikitnya 76 orang terluka, termasuk 11 petugas pemadam kebakaran. Tim penyelidik kini menelusuri pemicu kebakaran dan faktor yang memperparah penyebaran api.

Fokus penyelidikan mencakup perancah bambu dan jaring plastik yang menutup bangunan selama renovasi kawasan itu. Bahan tersebut diduga mempercepat perambatan api. Badan antikorupsi Hong Kong juga membuka penyelidikan terhadap proses renovasi. Polisi telah menahan tiga pria atas dugaan kelalaian meninggalkan kemasan busa di lokasi.

Para warga menyebut alarm kebakaran tidak berbunyi saat insiden terjadi. Mereka mengetuk pintu satu per satu untuk memperingatkan tetangga. Seorang warga bermarga Suen mengatakan proses pemadaman berlangsung lambat dan selang air harus menjangkau beberapa gedung sekaligus.

Pemerintah Hong Kong berjanji mengungkap penyebab kebakaran dan meningkatkan standar keselamatan bangunan. Peninjauan sistem alarm, bahan renovasi, dan prosedur darurat akan menjadi prioritas dalam beberapa hari ke depan.

Baca Juga : “Harga Minyak Meroket Dipicu Ketidakpastian Konflik

Korban Tewas Termasuk Dua WNI dan Satu Petugas Pemadam

Sebanyak 94 korban tewas telah teridentifikasi hingga Jumat pagi, termasuk seorang petugas pemadam kebakaran berusia 37 tahun dan dua pekerja migran asal Indonesia. Kementerian Luar Negeri RI mengonfirmasi dua WNI meninggal dan dua lainnya mengalami luka.

Pemerintah Hong Kong menyebut jumlah korban dapat bertambah karena 279 orang sempat dilaporkan belum ditemukan. Petugas pemadam menyatakan mereka telah menghubungi sebagian dari daftar tersebut, namun data pasti orang hilang belum tersedia. Polisi menampilkan foto jenazah di pusat komunitas untuk membantu keluarga mencari kerabat.

Kebakaran mematikan pernah menjadi masalah besar di Hong Kong yang padat penduduk. Peningkatan standar keselamatan telah menurunkan angka insiden dalam beberapa tahun terakhir. Setelah tragedi ini, otoritas berkomitmen meninjau ulang pengawasan renovasi bangunan dan sistem evakuasi darurat.

Kepala Eksekutif Hong Kong John Lee menyatakan semua kompleks hunian yang menjalani renovasi besar akan diperiksa segera. Pejabat tinggi Eric Chan menegaskan perlunya percepatan penggunaan perancah logam guna mengurangi risiko. Pemerintah menambahkan bahwa Beijing siap membantu dengan drone pemantauan dan pasokan medis.

Otoritas telah membuka sembilan tempat penampungan darurat bagi warga terdampak. Mereka juga menyiapkan bantuan sementara dan dana khusus untuk penghuni yang kehilangan rumah. Pemerintah menunda kegiatan terkait pemilihan legislatif yang dijadwalkan 7 Desember sebagai bentuk prioritas penanganan bencana.

Baca Juga : “Pengusaha Ungkap Fakta Baru Kasus Beras Impor Ilegal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *