interpnn.com – Irak menghadapi krisis energi serius setelah Iran menghentikan aliran gas yang biasa memasok pembangkit listrik.
Juru bicara Kementerian Kelistrikan Irak, Ahmed Musa, menyatakan pemadaman listrik terjadi secara langsung akibat putusnya pasokan gas. “Akibat eskalasi kawasan, pasokan gas Iran ke Irak sepenuhnya terputus satu jam yang lalu sehingga mengakibatkan hilangnya sekitar 3.100 megawatt listrik,” ujarnya.
Gangguan ini memengaruhi sebagian besar sistem kelistrikan nasional, termasuk pembangkit yang bergantung pada gas impor. Pemerintah Irak segera mengambil langkah darurat, berkoordinasi dengan kementerian perminyakan untuk menutup kekurangan menggunakan cadangan gas domestik dan bahan bakar alternatif.
Dampak Eskalasi Militer di Kawasan terhadap Energi
Situasi ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel ke sejumlah wilayah di Iran pada akhir Februari memicu balasan dari Teheran. Konflik tersebut juga mengganggu jalur distribusi energi global, termasuk aktivitas di Selat Hormuz, jalur utama ekspor minyak dan gas Teluk.
Akibat gangguan tersebut, pengiriman energi menjadi tidak stabil, meningkatkan tekanan pada pasokan listrik domestik di Irak. Beberapa pembangkit listrik yang bergantung pada gas Iran harus menurunkan kapasitas operasional, sementara pemerintah berusaha mengalihkan pasokan dari sumber lokal.
Ahmad Musa menekankan, “Kami terus memantau situasi dan berupaya memastikan pemadaman bisa diminimalkan. Alternatif energi sedang diterapkan untuk menjaga pasokan listrik ke rumah sakit dan fasilitas vital.”
Baca juga: “Anutin Charnvirakul Dikukuhkan Kembali Jadi Perdana Menteri Thailand”
Upaya Darurat dan Pemulihan Pasokan Listrik
Pemerintah Irak tengah mengevaluasi cadangan gas dalam negeri serta mempertimbangkan impor dari negara tetangga sebagai solusi sementara. Beberapa pembangkit listrik akan dialihkan ke bahan bakar minyak dan diesel, meskipun ini akan meningkatkan biaya produksi dan risiko lingkungan.
Sumber energi lokal diharapkan menutupi sebagian kekurangan, tetapi pemulihan penuh tergantung pada stabilisasi pasokan gas Iran. Menteri Energi Irak menyatakan koordinasi bilateral sedang dilakukan agar pasokan bisa dipulihkan secepatnya.
Perspektif Jangka Panjang
Para ahli energi memperingatkan bahwa ketergantungan Irak pada pasokan gas dari luar negeri menimbulkan risiko strategis. Krisis saat ini menunjukkan pentingnya diversifikasi sumber energi dan pengembangan infrastruktur lokal.
Dalam jangka panjang, Irak didorong untuk mempercepat pemanfaatan gas domestik, energi terbarukan, dan cadangan strategis agar tidak terlalu bergantung pada aliran energi lintas negara.
Gangguan pasokan gas ini tidak hanya berdampak pada sektor listrik, tetapi juga memengaruhi industri manufaktur, layanan publik, dan aktivitas ekonomi harian. Pemulihan penuh kemungkinan akan membutuhkan waktu beberapa minggu, tergantung stabilitas politik dan keamanan kawasan.
Dengan kondisi yang terus berkembang, pemerintah Irak tetap fokus menjaga kelangsungan pasokan listrik bagi warganya sambil mencari solusi energi berkelanjutan.
Baca juga: “Serangan di Irak Barat Tewaskan Komandan Hashed al-Shaabi”





Leave a Reply