interpnn.com – Targetkan QRIS Bank Indonesia (BI) menargetkan perluasan penggunaan QRIS ke tingkat internasional dengan sasaran utama Timor Leste dan India pada 2026. Langkah ini menjadi bagian dari strategi memperkuat sistem pembayaran digital Indonesia agar semakin terintegrasi secara global.
QRIS atau Quick Response Code Indonesian Standard telah menjadi standar pembayaran digital nasional yang memudahkan transaksi non-tunai. Sistem ini memungkinkan pembayaran cukup melalui pemindaian kode QR tanpa memerlukan metode berbeda di tiap platform.
Dalam beberapa tahun terakhir, BI telah mendorong QRIS untuk terhubung dengan sejumlah negara mitra di Asia Tenggara. Ekspansi ke India dan Timor Leste dipandang sebagai langkah lanjutan untuk memperluas jangkauan transaksi lintas negara yang lebih efisien.
BACA JUGA : Emas Antam Naik 19 Mei Rp25.000 Jadi Rp2.789 Juta per Gram
Targetkan QRIS Strategi BI dalam Perluasan QRIS 2026
Bank Indonesia menyiapkan pendekatan bertahap untuk mencapai target implementasi QRIS lintas negara. Salah satu fokus utama adalah penguatan kerja sama dengan bank sentral negara mitra melalui skema bilateral.
BI juga mendorong harmonisasi standar sistem pembayaran agar QRIS dapat beroperasi secara interoperable dengan infrastruktur digital negara tujuan. Proses ini mencakup uji coba transaksi lintas negara serta penyesuaian regulasi teknis dan kebijakan.
Selain itu, BI melibatkan perbankan nasional dan penyedia layanan pembayaran digital untuk memastikan ekosistem QRIS tetap stabil dan aman. Kolaborasi ini menjadi kunci dalam mempercepat adopsi sistem pembayaran lintas batas.
Dari sisi teknis, penguatan infrastruktur keamanan siber juga menjadi prioritas utama. Hal ini dilakukan untuk menjaga kepercayaan pengguna dan menghindari risiko gangguan transaksi digital antarnegara.
Targetkan QRIS Dampak Ekonomi dan Digitalisasi Transaksi
Perluasan QRIS ke India dan Timor Leste diperkirakan membawa dampak signifikan terhadap ekonomi digital Indonesia. UMKM menjadi salah satu sektor yang paling diuntungkan karena dapat memperluas pasar tanpa hambatan pembayaran lintas negara.
Di sektor pariwisata, wisatawan asing akan lebih mudah melakukan transaksi di Indonesia tanpa perlu menukar mata uang secara langsung. Hal ini dapat meningkatkan kenyamanan dan mendorong peningkatan jumlah kunjungan wisata.
BI menilai integrasi QRIS juga berkontribusi dalam efisiensi biaya transaksi internasional. Sistem pembayaran berbasis QR dapat mengurangi ketergantungan pada kartu internasional dan menekan biaya konversi mata uang.
Sejumlah pengamat ekonomi menyebut langkah ini sebagai bagian dari transformasi sistem pembayaran menuju era digital yang lebih inklusif dan terhubung secara global.
Tantangan Implementasi di Negara Mitra
Meskipun memiliki prospek besar, implementasi QRIS lintas negara tetap menghadapi berbagai tantangan teknis dan regulasi. Perbedaan kebijakan sistem pembayaran di masing-masing negara menjadi salah satu hambatan utama yang harus diselaraskan.
Selain itu, tingkat kesiapan infrastruktur digital di negara mitra juga tidak seragam. Hal ini membuat proses integrasi membutuhkan waktu dan penyesuaian bertahap agar sistem dapat berjalan optimal.
Keamanan transaksi menjadi aspek krusial yang terus diperhatikan oleh BI. Standar perlindungan data dan sistem pengawasan harus diperkuat untuk mencegah potensi risiko kejahatan siber lintas negara.
BI menegaskan bahwa setiap kerja sama akan melalui proses evaluasi ketat untuk memastikan stabilitas sistem pembayaran tetap terjaga.
Arah Kebijakan dan Prospek QRIS ke Depan
Target perluasan QRIS ke India dan Timor Leste pada 2026 mencerminkan arah kebijakan Indonesia dalam memperkuat konektivitas ekonomi digital global. Upaya ini juga memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem pembayaran internasional.
Ke depan, BI membuka peluang untuk memperluas kerja sama dengan negara lain di luar kawasan Asia. Hal ini sejalan dengan tren global yang mengarah pada sistem pembayaran digital yang saling terhubung antarnegara.
BACA JUGA : Pemimpin Senior ISIS Abu Bilal al-Minuki Tewas
Dengan penguatan regulasi, teknologi, dan kolaborasi internasional, QRIS berpotensi menjadi salah satu standar pembayaran digital regional yang berpengaruh. Transformasi ini diharapkan dapat memperkuat daya saing ekonomi Indonesia di era digital global.





Leave a Reply