Rp 5,7 Miliar dari Kaltim Peduli untuk Aceh, Sumbar, Sumut
interpnn.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur kembali menunjukkan kepedulian kemanusiaan melalui program Kaltim Peduli Bencana.
Program ini secara resmi mengalokasikan dana bantuan sebesar Rp5.787.610.643.
Dana tersebut ditujukan untuk membantu masyarakat terdampak banjir di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.
Langkah ini menjadi bentuk nyata solidaritas warga Kalimantan Timur terhadap daerah lain yang mengalami bencana alam.
Penyaluran bantuan difokuskan pada wilayah dengan keterbatasan akses bantuan dan tingkat kerusakan tinggi.
Pemprov Kaltim memastikan bantuan disalurkan secara terukur, transparan, dan tepat sasaran.
Baca juga: “Pemerintah Wajibkan Bayar Royalti Lagu di Ruang Komersial”
Sumber Dana Berasal dari Swadaya Masyarakat Kaltim
Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Kaltim, Dasmiah, menjelaskan asal-usul dana bantuan tersebut.
Ia menyampaikan keterangan itu di Samarinda, Rabu, usai rapat persiapan penyerahan bantuan.
Menurut Dasmiah, total dana merupakan gabungan dari dua sumber utama.
Sebesar Rp4,31 miliar berasal dari hasil penggalangan dana terbaru.
Sementara Rp1,46 miliar merupakan saldo donasi dari penggalangan sebelumnya.
Seluruh dana tersebut tidak menggunakan anggaran pendapatan dan belanja daerah.
Bantuan murni berasal dari partisipasi sukarela masyarakat Kalimantan Timur.
“Dana ini adalah hasil kepedulian bersama, bukan dari APBD,” ujar Dasmiah.
Mekanisme Penggalangan Dana Kaltim Peduli
Penggalangan dana dilakukan berdasarkan Surat Edaran Gubernur Kaltim Nomor 400.9.1/4745/B.KESRA-I/2025.
Surat edaran tersebut mengatur keterlibatan berbagai unsur di Kalimantan Timur.
Partisipasi datang dari aparatur sipil negara, perangkat daerah, dan badan usaha milik daerah.
Organisasi kemasyarakatan dan perusahaan swasta juga turut berkontribusi.
Sektor pertambangan, perkebunan, dan kehutanan menjadi penyumbang signifikan.
Dasmiah menilai tingginya partisipasi mencerminkan kesadaran sosial masyarakat Kaltim.
Ia menyebut solidaritas lintas daerah masih terjaga dengan baik.
Aceh Terima Alokasi Bantuan Terbesar
Berdasarkan hasil mitigasi dan pemetaan dampak bencana, Aceh menerima alokasi dana terbesar.
Total bantuan untuk Aceh mencapai Rp1,8 miliar.
Dari jumlah tersebut, Rp1 miliar disalurkan dalam bentuk dana tunai.
Sebesar Rp700 juta dialokasikan untuk bantuan logistik.
Logistik tersebut difokuskan bagi masyarakat Kabupaten Pidie Jaya, Aceh.
Wilayah ini kembali dilanda banjir pada 24 Desember 2025.
Banjir tersebut menyebabkan kerusakan rumah, fasilitas umum, dan lahan pertanian.
“Data menunjukkan dampak kerusakan di Aceh paling parah,” kata Dasmiah.
Bantuan untuk Sumatera Barat dan Sumatera Utara
Selain Aceh, bantuan juga diberikan kepada dua provinsi lainnya.
Provinsi Sumatera Barat menerima bantuan sebesar Rp1 miliar.
Provinsi Sumatera Utara juga memperoleh alokasi dana Rp1 miliar.
Bantuan ini diharapkan membantu pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak.
Dana digunakan untuk kebutuhan darurat, pemulihan awal, dan dukungan logistik.
Pemprov Kaltim menyesuaikan alokasi dengan tingkat kerusakan dan kebutuhan lapangan.
Penyerahan Bantuan oleh Gubernur Kaltim
Penyerahan bantuan direncanakan dilakukan secara langsung oleh Gubernur Kalimantan Timur.
Gubernur Rudy Mas’ud, yang dikenal dengan sapaan Harum, akan menyerahkan bantuan tersebut.
Penyerahan dijadwalkan berlangsung pada 2 Januari 2026.
Bantuan akan diterima langsung oleh Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, yang akrab disapa Mualem.
Penyerahan langsung dinilai penting untuk memastikan akuntabilitas dan koordinasi antarpemerintah.
Fokus Penyaluran pada Wilayah Minim Bantuan
Dasmiah menegaskan penyaluran bantuan akan diprioritaskan ke wilayah minim jangkauan bantuan.
Kabupaten Pidie Jaya menjadi salah satu fokus utama penyaluran logistik.
Pendekatan ini bertujuan mencegah ketimpangan distribusi bantuan.
Pemprov Kaltim juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat.
Koordinasi dilakukan untuk memastikan bantuan sesuai kebutuhan masyarakat.
Solidaritas Kaltim untuk Pemulihan Pascabencana
Menurut Dasmiah, bantuan ini mencerminkan empati dan kepedulian warga Kaltim.
Ia berharap bantuan dapat mempercepat proses pemulihan masyarakat terdampak.
“Ini adalah wujud solidaritas warga Kaltim untuk saudara-saudara kita,” ujarnya.
Pemprov Kaltim menilai kolaborasi lintas daerah penting menghadapi bencana alam.
Ke depan, program Kaltim Peduli diharapkan terus berlanjut dan semakin kuat.
Melalui transparansi dan partisipasi publik, bantuan kemanusiaan dapat memberikan dampak nyata.
Langkah ini juga memperkuat kepercayaan publik terhadap pengelolaan dana sosial.
Pemprov Kaltim berharap sinergi antarwilayah dapat menjadi contoh nasional.
Solidaritas dinilai sebagai kunci menghadapi tantangan bencana di masa mendatang.
Baca juga: “10 Hari Bantu Korban Bencana di Aceh Tamiang, Puluhan Relawan Kaltim Peduli Pemit Pulang”