Harga Emas Dunia Dekati USD 3.900, Tren Kenaikan Berlanjut

Harga Emas Dunia Dekati USD 3.900, Tren Kenaikan Berlanjut

interpnn – Harga emas dunia terus menanjak dan kini mendekati level psikologis USD 3.900 per ons. Penguatan ini terjadi di tengah ketidakpastian global akibat penutupan pemerintahan Amerika Serikat yang menekan kepercayaan investor terhadap dolar AS.

Pada perdagangan terakhir pekan lalu, data Kitco.com mencatat harga emas spot berada di USD 3.885,05 per ons. Nilai tersebut naik 0,74% dalam sehari dan 3,68% sepanjang pekan. Kenaikan ini menandai reli tujuh minggu berturut-turut sekaligus menjadi level tertinggi sejak pertengahan tahun 2025.

Lonjakan harga emas terutama dipicu oleh arus keluar modal dari dolar AS menuju aset aman. Shutdown pemerintah AS menghambat publikasi data ekonomi resmi, membuat pelaku pasar mencari perlindungan pada emas. Ketegangan geopolitik di Eropa Timur dan Timur Tengah juga memperkuat permintaan terhadap logam mulia tersebut.

Analis dari Kitco Metals menyebut tren bullish emas masih berpotensi berlanjut jika kondisi makroekonomi tidak membaik. “Ketidakpastian fiskal dan risiko geopolitik menjadi katalis utama kenaikan harga emas dalam jangka pendek,” ujar analis tersebut.

Selain itu, ekspektasi pasar terhadap kemungkinan penurunan suku bunga The Fed pada akhir tahun turut mendukung penguatan harga emas. Dengan inflasi yang mulai stabil, pelonggaran kebijakan moneter akan menambah daya tarik emas sebagai aset lindung nilai.

Ke depan, harga emas diperkirakan akan menguji level psikologis USD 3.900 dan berpotensi menembus USD 4.000 per ons. Namun, pergerakan selanjutnya akan sangat bergantung pada keputusan fiskal AS dan dinamika geopolitik global yang masih belum menentu.

Baca Juga : “Ide Cium Kening di Ospek Mahasiswa Baru UNSRI dari Alumni

Harga Emas Survei Kitco Tunjukkan Sentimen Bullish Kuat, Emas Diprediksi Tembus USD 4.000

Hasil survei mingguan Kitco News menunjukkan optimisme tinggi terhadap prospek harga emas global. Sebagian besar analis dan investor memperkirakan tren penguatan masih akan berlanjut dalam waktu dekat.

Dari 12 analis Wall Street yang disurvei, 92% memprediksi harga emas akan terus naik pekan depan. Di sisi investor ritel, 74% responden juga menyatakan pandangan bullish terhadap logam mulia tersebut. Sentimen positif ini mencerminkan meningkatnya keyakinan pasar terhadap emas di tengah tekanan ekonomi global dan melemahnya dolar AS.

Managing Director Bannockburn Global Forex, Marc Chandler, mengatakan bahwa emas telah naik selama tujuh minggu berturut-turut. “Level USD 3.800 kini menjadi area dukungan kuat, dan target USD 4.000 per ons bukan lagi jauh,” ujarnya.

Analis senior Barchart.com, Darin Newsom, juga menyoroti tren serupa. Ia menyebut ketidakstabilan ekonomi global mendorong bank sentral dan investor institusional terus menambah cadangan emas. “Ketika kepercayaan terhadap dolar AS menurun, emas selalu menjadi tempat pelarian,” kata Newsom.

Sementara itu, Daniel Pavilonis, broker senior di RJO Futures, memberikan proyeksi jangka panjang yang lebih agresif. Ia memperkirakan bisa mencapai USD 8.000 hingga USD 10.000 per ons pada 2030 jika kondisi ekonomi dunia tidak membaik.

Secara keseluruhan, kombinasi antara ketidakpastian geopolitik, risiko fiskal AS, dan ekspektasi penurunan suku bunga The Fed memperkuat prospek emas sebagai aset lindung nilai utama. Jika tren ini berlanjut, harga emas berpotensi mencetak rekor baru dalam beberapa bulan mendatang.

Baca juga : “Bos BGN Buka Suara soal Perjanjian Rahasiakan Kasus MBG

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *