Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
interpnn

Seputar Informasi Seluruh Dunia Paling Akurat

interpnn

Seputar Informasi Seluruh Dunia Paling Akurat

  • Home
  • Sample Page
  • Home
  • Sample Page
Subscribe
Close

Search

Ekonomi

Durian Merah Banyuwangi Raih Pengakuan Indikasi Geografis

By setnis
January 21, 2026 3 Min Read
0

interpnn.com – Direktorat Merek dan Indikasi Geografis Kementerian Hukum menetapkan durian merah Banyuwangi, Jawa Timur, sebagai produk Indikasi Geografis (IG). Keputusan ini menandai durian merah sebagai komoditas hortikultura pertama di Indonesia yang memperoleh pengakuan IG.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyatakan, proses pengajuan durian merah sebagai produk IG dimulai sejak 2023 dan akhirnya disahkan pada 2026. “Alhamdulillah sertifikat IG durian merah Banyuwangi sudah terbit. Ini pertama di Indonesia untuk durian merah,” kata Ipuk di Banyuwangi, Rabu.

Menurut Ipuk, pengakuan ini tidak hanya menjadi kebanggaan, tetapi juga diharapkan mendorong produktivitas petani, khususnya di Kecamatan Songgon sebagai sentra durian merah, sekaligus meningkatkan kunjungan wisata ke Banyuwangi. “Ayo datang ke Banyuwangi, nikmati durian merahnya, karena durian merah Banyuwangi sangat unik dan tidak dimiliki daerah lain,” tambahnya.

Baca juga: “UMKM Terbantu, Pemerintah Atur Biaya Admin E-Commerce”

Ciri Khas dan Mutu Durian Merah Banyuwangi

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi, Ilham Juanda, menjelaskan durian merah memiliki ciri khas warna daging merah dengan aroma kuat dan rasa unik. Kekhasan ini terbentuk dari kombinasi faktor alam, termasuk tanah, iklim, ketinggian, serta pengetahuan lokal yang diwariskan turun-temurun.

Durian merah Banyuwangi memiliki beberapa gradasi warna daging, yakni merah, merah pelangi, dan merah semburat. Bentuk buahnya bervariasi dari bulat hingga lonjong, kulit kuning-hijau, jumlah juring 4–7, ketebalan daging 4,2–18,5 milimeter, serta porsi daging mencapai 41,7 persen.

Mutu buah durian ini tinggi dengan aroma kuat, rasa manis-pahit seimbang, tekstur lembut dan pulen, serta kandungan gizi yang kaya antioksidan, vitamin C, dan lemak relatif rendah. Durian merah Banyuwangi termasuk jenis langka, dengan enam pohon induk terdaftar IG dan perkiraan produksi 4 ton per pohon.

Varietas Unggul dan Wilayah Penanaman

Durian merah Banyuwangi berasal dari enam varietas unggul nasional: Balqis, SOJ, Gandrung, Sayu Wiwit, Tawang Alun, dan Madu Blambangan. Varietas ini ditanam di Kecamatan Songgon, Rogojampi, Singojuruh, Glagah, Licin, dan Srono.

Sejak 2015, Banyuwangi telah mendaftarkan 12 durian lokal sebagai varietas unggul, enam di antaranya merupakan durian merah. Total luas panen durian di Banyuwangi mencapai 3.262 hektare dengan produksi sekitar 27.890 ton, tersebar di beberapa kecamatan, termasuk Songgon, Licin, Glenmore, Kalibaru, Rogojampi, Singojuruh, Glagah, dan Srono.

Sertifikat IG dan Harapan Bagi Petani

Bupati Ipuk Fiestiandani telah menyerahkan sertifikat IG durian merah kepada Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) Durian Merah Banyuwangi di Kecamatan Songgon. Langkah ini diharapkan memperkuat perlindungan hukum terhadap produk lokal dan meningkatkan nilai ekonomi durian merah.

Dengan pengakuan IG, durian merah Banyuwangi kini memiliki status legal yang menjamin keaslian dan kualitasnya. Hal ini dapat menjadi alat promosi, membuka peluang pasar baru, dan meningkatkan kesejahteraan petani lokal. Selain itu, pengakuan ini memperkuat branding Banyuwangi sebagai destinasi wisata kuliner dan agroindustri.

Pengakuan durian merah Banyuwangi sebagai produk IG menjadi model bagi komoditas lokal lain di Indonesia. Peningkatan kualitas, perlindungan hukum, dan promosi yang tepat diharapkan mampu mendorong ekonomi lokal, menjaga keanekaragaman hayati, dan mempertahankan tradisi pertanian lokal.

Keunikan durian merah yang tidak dimiliki daerah lain, dipadukan dengan kualitas rasa dan kandungan gizi, menjadikannya potensi unggulan untuk dikembangkan secara nasional maupun internasional. Dengan demikian, durian merah Banyuwangi tidak hanya sekadar buah, tetapi juga simbol identitas budaya dan inovasi pertanian lokal.

Baca juga: “Gandeng BRIN, Pemkab Pasuruan Gunakan Teknologi Canggih Basmi Hama Durian”

Tags:

Durian Merah BanyuwangiIndifikasi Geografis
Author

setnis

Follow Me
Other Articles
Previous

UMKM Terbantu, Pemerintah Atur Biaya Admin E-Commerce

Next

Redmi Note 15 Series Tampil dengan Peningkatan Baru

No Comment! Be the first one.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright 2026 — interpnn. All rights reserved. Blogsy WordPress Theme