interpnn – Presiden Prabowo Subianto memimpin Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2025 di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur. Acara berlangsung pada pukul 07.30 WIB dengan penyambutan pasukan yang diiringi marching band.
Upacara mengusung tema “Pancasila Perekat Bangsa Menuju Indonesia Raya” sebagai pengingat peran ideologi negara di tengah dinamika nasional. Sejumlah tokoh hadir, termasuk Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka bersama istrinya, Selvi Ananda. Hadir pula para menteri, pimpinan MPR dan DPR RI, serta kepala lembaga negara.
Komandan Upacara 1 dijabat Kolonel Pnb Amry Taufanny. Komandan Upacara 2 adalah Kolonel Inf Didin Nasruddin Darsono. Perwira upacara dipercayakan kepada Brigjen TNI Fitriana Nur Heru Wibawa yang memimpin jalannya prosesi secara khidmat.
Peringatan ini tidak hanya bersifat seremonial. Pemerintah menegaskan kembali pentingnya Pancasila sebagai dasar persatuan nasional. Upacara di Lubang Buaya juga menjadi pengingat sejarah tragedi tahun 1965 yang melahirkan momentum Hari Kesaktian Pancasila.
Dalam pernyataan sebelumnya, pemerintah menyebut peringatan tahun ini sebagai bagian dari penguatan ideologi di berbagai sektor. Kegiatan pendukung direncanakan berlangsung di sekolah, instansi, dan komunitas masyarakat sepanjang Oktober 2025.
Penutup acara menegaskan komitmen negara untuk menjaga nilai Pancasila dalam kebijakan publik. Pemerintah juga mendorong generasi muda memahami sejarah bangsa dan ancaman terhadap ideologi negara. Upacara ini menjadi simbol kesinambungan sejarah dan arah pembangunan Indonesia.
Baca Juga: “MotoGP Indonesia 2025 Hadirkan Juara Dunia Marc Marquez“
Hari Kesaktian Pancasila 2025 Sejarah Lubang Buaya sebagai Lokasi Tragedi dan Situs Edukasi Nasional
Lubang Buaya kini dikenal sebagai situs sejarah nasional dan pusat edukasi tentang peristiwa G30S/PKI. Namun, sebelum menjadi monumen dan museum, kawasan ini hanyalah kebun kosong di pinggiran Jakarta.
Pada awal 1960-an, area tersebut pernah digunakan sebagai tempat pelatihan oleh Partai Komunis Indonesia. Dalam tragedi G30S/PKI tahun 1965, lokasi ini menjadi tempat penyiksaan dan pembuangan tujuh perwira TNI AD. Para korban kemudian dianugerahi gelar Pahlawan Revolusi sebagai bentuk penghormatan negara.
Monumen Pancasila Sakti diresmikan pada 1 Oktober 1973 untuk mengenang peristiwa tersebut. Kompleks ini dilengkapi museum diorama, sumur tua, ruang relik, dan lapangan upacara yang digunakan setiap peringatan Hari Kesaktian Pancasila.
Beragam benda otentik disimpan sebagai bukti sejarah. Di antaranya pakaian asli tujuh pahlawan revolusi, kendaraan panser, replika truk yang digunakan PKI, serta rumah yang dahulu dijadikan pos komando dan lokasi penyiksaan.
Pakar sejarah menyebut Lubang Buaya sebagai pengingat penting terhadap ancaman ideologi yang bertentangan dengan Pancasila. Pemerintah juga menjadikannya tempat edukasi generasi muda melalui kunjungan sekolah dan program pembelajaran sejarah nasional.
Ke depan, situs ini akan terus dikembangkan sebagai pusat dokumentasi dan pembelajaran sejarah bangsa. Perannya bukan hanya mengenang masa lalu, tetapi juga memperkuat kesadaran ideologis dan nasionalisme masyarakat.
Baca Juga: “NASA Jadwalkan Artemis II Berawak ke Bulan 2026“





Leave a Reply